Vacation Time!! – 2nd Chapter

2nd Chapter

Wisata Kuliner

My 2nd day at Lombok was sooo nice! Hari Kamis itu gue kebangun pagiiiii banget trus ga bisa tidur lagi!! Tapi anehnya gue ga merasa ngantuk ato capek, padahal gue baru tidur roughly 3-4 jam paling lama.
Ya udah, akhirnya pagi itu gue minta dibikinin teh anget manis sama pembantu rumah nenek gue dan duduklah gue di ruang makan yang juga berfungsi sebagai teras belakang rumah sambil menikmati pisang goreng. I dunno about you, but the combination works on any vacation morning hehe..
Masuk jam 7an, bokap yang dari pagi udah keluar jalan2 balik ke rumah bawa beberapa bungkus nasi campur khas Bali buat sarapan. Nah nasi campur ini tuh isinya macem2, tapi some of the basics adalah biasanya ada bihunnya, sayur2an, ayam suwir, perkedel mini, jeroan, kerupuk2 bawang and a bunch of other condiments. Tapi yang kemaren itu dibelinya itu di tempat namanya Kucing Manis, sekitar 10 menit kalo jalan kaki dari rumah nenek gue. Anyway, pagi itu gue puas banget makan nasi campurnya karena emang itu salah satu target operasi kuliner gue di Lombok walaupun bukan tempat langganan gue dari kecil..
Kelar makan pagi itu gue langsung TIDUR lagi!! Kekekekek.. Tapi tidurnya ga lama karena udah dibangunin lagi buat jalan-jalan ke tempat yang namanya Hutan Wisata Suranadi. Kelar mandi dll tiba2 the worst happened…hujan mulai turun… Tapi halangan dan rintangan macam apapun juga ga mencegah kita sekeluarga (plus sepupu jauh gue bersama anak2nya dan nyokapnya) pergi. Kita pun berangkat dari rumah di Cakra itu sekitar jam 12 siang.
Perjalanan ke Suranadi agak2 membetekan karena si keponakan2 jauh gue itu bolak-balik ngegangguin gue di mobil. Tapi no worries, karena pemandangan pulau Lombok, once you got out of Mataram is so heavenly. All you can see is trees, ricefields, ada cidomo juga mondar-mandir bawa penumpang (cidomo = dokar di Jakarta), beberapa ibu2 membawa barang dagangan di atas kepalanya, pokoknya suasananya tuh menenangkan banget.
The trip to Suranadi took around 40-45 minutes (which means we’ve crossed almost half the island size). Pas udah sampe di Suranadi, ga tau karena emang laper ato gara-gara dingin2 hujan gitu, tiba2 semua orang yang tadinya masi bersantai-santai menjadi kelaperan mendadak! Nyokap langsung jadi komando pemesanan makanan pada siang itu. Setelah banyak bertanya, akhirnya nyokap memutuskan untuk memesan menu di bawah:
  • Ayam Goreng
  • Ikan Bakar
  • Plecing Kangkung
  • Sop Bening
  • Sop Ayam (yang ga nyambung sama sekali dengan semua pesanan yang ada)
  • Ayam Suwir
  • Ikan Nila Goreng
Pas makanannya dateng, semua tiba2 menjadi hening. Semua orang cuman rame pas ngambil nasi sama lauk, other than that, ga ada yang ngobrol sama sekali. I must say, menu unggulan siang itu adalah Ayam Suwir-nya, Ikan Bakar-nya sama Plecing Kangkung-nya. Semua menu tersebut dimasak pas banget. Ikan Bakarnya ga berbau amis sama sekali trus bumbu dan sambelnya meresap dengan baik. Ayam Suwir-nya juga mak-nyus banget apalagi abis diperesin jeruk nipis, rasanya jadi seger banget! Plecing kangkungnya itu yang bikin gue semangat makan. Sambelnya pedesnya minta ampun tapi somehow it has that sweetness in it that makes you crave for more and more and more sampe tante gue cabut sebentar dan balik bawa pecel sayur (intinya gado-gado sih sebenernya, tapi mereka nyebutnya pecel). And I can bet my money, itu pecel stands a chance to win against Ketoprak Ciragil. Kenapa stands a chance? Karena perpaduan antara bumbu kacang dan sayurannya itu lho! Ga bikin eneg/magteg sama sekali, bumbu kacangnya goes down really smooth dan sayurnya pun seger banget, and last but not least..ga pake vetsin/ajinomoto/penyedap dalam bentuk apapun juga.
Siang itu gue kenyangnya kenyang bego sampe ga bisa ngobrol. Pulang dari sana gue nemenin sepupu gue ke hotelnya dan main2 di kolam sama keponakan2 gue yang sampe ngebuat gue nyaris tenggelam beberapa kali karena ditunggangin. Malemnya gue balik ke rumah nenek gue sekalian jemput bokap, nyokap sama sepupu kandung gue (Andre) buat makan malam di Seafood 99 di daerah Cakra. Malam itu berbeda soalnya yang mengkomandoi pemesanan adalah bokap dan Andre. Alhasil, dua jenis ikan dimasak dengan dua cara yang berbeda-beda tiap ikannya nyampe di meja masi mengepul bersama-sama dengan kepiting saos tiram, (again) plecing kangkung, beberuk, udang goreng mentega, cumi goreng tepung dan lalapan.
In terms of judging the food, ikannya menang malam itu. Gak yang digoreng, gak yang dibakar, dua-duanya rasanya gila-gilaan! Udangnya sayang agak kecil tapi tetep enak. Cumi Goreng Tepung-nya standar aja rasanya dan plecing kangkungnya menang di bagian sayuran hehe..
Went home that nite kenyang lebih bego dari sebelomnya dan tidur agak cepet soalnya besoknya I had to wake up early for a snorkeling trip yang akan gue tulis di post berikutnya! A quick preview for the next chapter is I can only say that it was one the best (if not the best) days of my life…literally.
Next Chapter: The Best Day of My Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s