"Smile and see the whole world start smiling with you.."

Tau gak apa yang telah membuat hari gue begitu indah kemarin ini? Tebaklah…bukan, bukan sms dari si wanita itu…bukan juga si xbox yang gue maenin tiap hari sambil nunggu sahur…bukan juga alkohol (secara ini juga lagi puasa ye)… Truth is i’ve been feeling a bit awry lately… You know, those situations when you don’t know what to do and feel besides the everyday routines and all. Well I wasn’t happy about that. Sampe pada suatu hari…tepatnya dua hari yang lalu…

Jadi ceritanya gue lagi di atas motor ojek langganan gue. Waktu itu gue inget banget gue on the way pulang dari kantor setelah semalaman gue begadang nemenin Dimas sama Boy kerja (walaupun sambil maen xbox juga sih kekeke!). Pokoknya gue baru balik dari kantor itu sekitar jam setengah empat sore. Capek, belom mandi, paginya abis ada pemadaman listrik jadi praktis di dalem kantor rasanya udah kaya punya matahari sendiri, jalanan macet banget di Radio Dalam, semua orang klakson sana-sini, hectic berat deh pokoknya…

Trus di deket kantor sambil ojek gue itu nyalip kesana kemari, gue ngeliat sebuah pemandangan yang insyaAllah gak bakalan gue lupain. Gue ngeliat satu keluarga tuna wisma sedang beristirahat di trotoar. Keluarga itu terdiri dari si Ayah, si Ibu, dan tiga anak. Mereka sedang duduk-duduk berteduh dari sinar matahari di bawah pohon yang gak terlalu besar beralaskan tikar, gerobak mereka ditaro berdekatan dengan mereka, mereka terlihat lusuh dan kotor…tapi pas gue ngelewatin mereka, si Ayah sedang mengangkat anaknya yang paling kecil seperti sedang bermain-main, melempar-lemparnya keatas sambil tertawa meledek sambil anggota keluarga yang lain tersenyum jenaka. They were having fun. At that moment, they made me smile…

The sight of it was so beautiful but yet it was heartbreaking. And at the same time gue berasa kayak lagi diledek sama Tuhan. Gue berasa Tuhan kayak bilang gini sama gue pada saat itu, “Tuh…mereka aja yang gak punya apa-apa bisa berasa seperti mereka mempunyai segala-galanya…kenapa kamu yang punya dan bisa mendapatkan malah berasa kayak kamu gak punya? Bahkan canda mereka pun bisa membuatmu tersenyum…” Emang bener, kita harus mensyukuri banget apa yang udah kita punya sekarang. Masih gitu pun kita harusnya bersyukur bahwa kita gak harus menempuh jalan yang terlalu sulit untuk merasakannya. Cukup dengan bilang, “Terima kasih…” sama Tuhan.

Mungkin hari itu adalah Lailatul Qadr gue. Hari dimana semua pasti merasakan pencerahan itu seperti yang gue denger dari kecil. Ato mungkin itu cuman sekedar peringatan bahwa gue kurang mensyukuri apa yang gue udah punya? Sejuta pertanyaan telah gue lontarkan ke dalam diri gue sendiri dan tetap tanpa jawaban. Mungkin emang jawabannya itu gak seharusnya dijawab dengan lisan, tapi cukup dengan dirasakan. Momen itu gak memakan waktu lebih dari lima detik…tapi senyum si Ayah itu akan selamanya meninggalkan bekas kebahagiaan dan kesedihan di hati dan ingatan gue. Bahwa kita hanyalah manusia.

Minal aidin wal fa idzin. Maafin Andra yah Pa, Ma, Rif… Mohon maaf lahir dan batin untuk semua dari dalam hati gue yang paling tulus.

October 13, 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s